Skandal - Jilbab

Skandal ini disebut "JilbabGate" oleh media lokal. Para korban, yang kebanyakan adalah ibu rumah tangga, kehilangan hak berangkat haji. Ironisnya, mereka mempromosikan jilbab tersebut sebagai produk yang membawa berkah. 3.1. Kontroversi Ibu Kota: Artis yang "Pasang" dan "Lepas" Jilbab Tidak ada skandal jilbab yang lebih klasik daripada fenomena "jilbab bolak-balik." Beberapa artis top Indonesia—seperti Zaskia Gotik, Nikita Mirzani, dan lainnya—pernah membuat heboh karena memakai jilbab syar'i di satu acara religi, lalu keesokan harinya tampil tanpa jilbab di panggung dangdut.

Skandal ini membuat polisi mengeluarkan peraturan baru: semua nasabah dengan cadar harus diidentifikasi di ruang khusus. Publik terbelah antara keamanan dan hak privasi. Kelompok HAM menyebutnya "stigmatisasi jilbab karena ulah segelintir kriminal." Pada 2019, seorang bupati di Jawa Timur tertangkap basah oleh istrinya sedang berselingkuh dengan sekretaris pribadinya. Yang menjadi skandal: foto-foto perselingkuhan itu menunjukkan sang sekretaris selalu mengenakan jilbab transparan dan ketat saat bertugas dinas. Istri bupati menyebarkan foto-foto tersebut ke grup arisan pengajian. skandal jilbab

Skandal ini mengglobal setelah para siswi di video call show India's Got Talent mengenakan jilbab di atas panggung sebagai bentuk protes. Dunia internasional menyebutnya sebagai apartheid jilbab modern. Skandal ini disebut "JilbabGate" oleh media lokal

Sebagai penutup, kita ingat kata Gus Dur: "Jilbab tidak akan masuk surga, dan tidak berjilbab tidak akan masuk neraka. Yang masuk surga atau neraka adalah hati dan perbuatanmu." Publik terbelah antara keamanan dan hak privasi

Namun skandal sebenarnya terjadi setelah Olimpiade: federasi angkat besi internasional (IWF) membocorkan bahwa mereka mendapat tekanan sponsor besar dari negara tertentu yang melarang jilbab di kompetisi. Ini bukan masalah keamanan, tapi geopolitik. 4.1. Kasus "Jilbab as a Disguise" (Penyamaran) Di Malaysia, pada 2022, sekelompok perampok bank menggunakan jilbab cadar (niqab) untuk menyamar sebagai nasabah wanita. Mereka berhasil membawa kabur RM 2 juta. Setelah ditangkap, ternyata mereka adalah pria yang tidak pernah memakai jilbab dalam keseharian.

Skandal ini memicu perdebatan nasional: "Apakah mewajibkan jilbab merupakan bentuk diskriminasi terhadap siswa non-muslim atau siswa muslim yang tidak memakai jilbab?" Komisi Nasional Perlindungan Anak turun tangan, menyatakan bahwa aturan tersebut melanggar hak asasi manusia. Akhirnya, sekolah tersebut dicabut izinnya untuk mewajibkan jilbab, namun skandal ini meninggalkan luka panjang tentang toleransi. Skandal jilbab tidak hanya terjadi di negara mayoritas muslim. Di Karnataka, India (2022), puluhan siswi muslim dilarang masuk kelas karena mengenakan jilbab. Insiden ini memicu kerusuhan dan aksi mogok makan massal. Mahkamah Agung Karnataka mengeluarkan keputusan kontroversial yang membela pelarangan tersebut, menyebut jilbab sebagai "pakaian non-esensial."

Oleh: Redaksi